“Sekali lagi, proyek ini akan sangat bermanfaat untuk lingkungan sekitar,” kata Angga.
Selain itu, dalam jangka waktu 2 bulan, pengerjaan dapat selesai bahkan di tempat yang sulit atau unik.
“Tidak ada kendala yang signifikan dalam proses pengerjaan, selain keterbatasan waktu untuk koordinasi dengan setiap kabupaten/kota yang menerima bantuan,” ujarnya.
Oleh karena itu, program bantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap daerah yang komitmen dalam penanganan sanitasi dan air minum. Di tahun 2023, sasarannya adalah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar dengan pembangunan setiap daerah 10 unit.
Sedangkan di tahun 2024, program ini menyasar ke lima kabupaten/kota. Selanjutnya pada tahun 2025, program ini akan diperluas pada enam kabupaten.
“Proyek ini sangat penting bagi masyarakat karena dapat mencegah terjadinya perilaku buang air sembarangan di sungai dan membuat sanitasi dan air bersih di lingkungan masyarakat lebih optimal,” tutupnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







