Selain itu, tambah Jenderal Agus, TNI sedang mengevaluasi data-data di Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, terkait adanya peretasan yang terjadi beberapa waktu lalu oleh peretas bernama MoonzHaxor.
“Evaluasi dari SDM-nya, mungkin alat-alatnya juga harus bagus,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar menyebut data-data yang diretas pada Bais TNI itu merupakan informasi lama yang sempat dirilis pada tahun ini.
Dia juga mengatakan peladen atau server Bais TNI dinonaktifkan sementara waktu untuk kepentingan penyelidikan setelah aksi peretasan. (Sidik Purwoko)
Baca juga: PSSI Umumkan Presiden Jokowi Akan Buka Piala Presiden 19 Juli Nanti
Editor: Sidik Purwoko







