Acara peresmian ini dihadiri oleh Manager PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pontianak selaku PLH Manager PLN UP2B Kalbar, Sudarto, yang menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah dalam upaya melestarikan kebudayaan lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui UMKM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah.
“Melalui dukungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, kami yakin kesenian adat songket Mempawah ini akan terus memperluas jangkauan produk songket ke pasar nasional dan internasional. Melalui program TJSL yang kami resmikan hari ini, semoga dapat melestarikan dan mempromosikan seni yang tak lekang oleh waktu, serta berperan penting dalam memastikan bahwa keterampilan dan pengetahuan diwariskan dari generasi ke generasi,” ungkap Sudarto.
Turut hadir dalam acara ini Camat Jungkat, Mahmud Hasan, yang juga memberikan sambutannya. Beliau mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah positif dalam memberdayakan masyarakat dan mempromosikan kekayaan budaya lokal kepada dunia luar.
“Program ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya kita. Karena songket, kain tenun tangan dengan pola rumit yang dihiasi dengan benang emas atau perak, telah lama dihormati karena keahlian dan makna budayanya yang luar biasa,” ujarnya.
Hadir pula dalam acara tersebut Raja Mempawah ke-13, Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim yang memberikan restu dan dukungannya terhadap program ini. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya menjaga warisan budaya dan mendukung generasi muda dalam melanjutkan tradisi yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Raja Mempawah ke-13 juga berharap program ini dapat memperkuat identitas budaya Mempawah di mata dunia.







