Hadir pula dalam acara tersebut Raja Mempawah ke-13, Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim yang memberikan restu dan dukungannya terhadap program ini. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya menjaga warisan budaya dan mendukung generasi muda dalam melanjutkan tradisi yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Raja Mempawah ke-13 juga berharap program ini dapat memperkuat identitas budaya Mempawah di mata dunia.
“Kami berharap program ini dapat menjadi menjadi wadah bagi para pengrajin lokal untuk mengembangkan keterampilan mereka dan memasarkan produk songket ke pasar yang lebih luas. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menarik minat generasi muda agar turut melestarikan dan mengembangkan budaya songket, sehingga warisan ini tetap hidup dan berkembang di masa depan,” pungkas Mardan.
Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Raja Mempawah ke-13 dan Sudarto, disaksikan oleh semua tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Setelah prosesi peresmian, para tamu diajak untuk melihat langsung proses pembuatan songket dan hasil-hasil karya UMKM setempat. Beberapa produk unggulan yang dipamerkan antara lain songket dengan motif khas Mempawah, yang diproduksi dengan teknik tradisional namun dikemas dengan desain modern yang menarik.
Dengan peresmian program ini, diharapkan akan muncul berbagai inovasi dan kreativitas baru dalam dunia kerajinan songket, yang tidak hanya mengangkat nama Mempawah, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal melalui sektor UMKM. (rls)
Baca Juga : Ramai Mabuk Kecubung, Polda Kalsel Teliti Kandungan Buah Kecubung
Editor : Hasby







