Hamas Disebut Makin Kuat Dibandingkan 7 Oktober 2023, ini Alasannya

“Yang sangat merugikannya adalah Israel gagal menyadari bahwa pembantaian dan kehancuran yang terjadi di Gaza hanya membuat musuhnya semakin kuat,” tulisnya.

Meskipun mengalami kekalahan, Hamas secara de facto masih menguasai sebagian besar wilayah Gaza, termasuk di wilayah konsentrasi warga sipil.

“Menurut penilaian Israel baru-baru ini, Hamas sekarang memiliki lebih banyak pejuang di wilayah utara Gaza yang direbut IDF pada musim gugur dengan mengorbankan ratusan tentara,” tulisnya.

BACA JUGA: Kuba Bergabung Melawan Israel Pada Kasus Genosida Gaza

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Hamas masih bisa menyerang Israel, dan kemungkinan memiliki sekitar 15.000 pejuang yang dimobilisasi.

Jumlah tersebut kira-kira sepuluh kali lipat jumlah pejuang yang melakukan serangan 7 Oktober 2023 lalu.

Kemudian, lebih dari 80 persen jaringan terowongan bawah tanah milik milisi tersebut masih dapat digunakan untuk perencanaan, penyimpanan senjata, menghindari pengawasan, penangkapan, dan serangan Israel.

“Selain itu, sebagian besar pimpinan tertinggi Hamas di Gaza tetap utuh,” lapor mereka lagi.

Majalah tersebut menjelaskan bahwa pengeboman dan invasi darat Israel di Jalur Gaza tidak menyebabkan penurunan dukungan rakyat Palestina, justru malah meningkat, khususnya di kawasan Tepi Barat atau West Bank.

“Hal ini menunjukkan bahwa Hamas telah memperoleh kemajuan besar di masyarakat Palestina sejak 7 Oktober,” tulis artikel itu lagi.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada televisi CBS bahwa Israel masih belum mencapai tujuannya untuk menghancurkan Hamas, mengingat kurangnya rencana Israel terhadap perang di Gaza.

Bahkan juru bicara militer Israel, Daniel Hagari mengakui kesulitan pasukannya menghancurkan Hamas.

“Urusan menghancurkan Hamas, membuat Hamas menghilang, hanya melemparkan pasir ke mata masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa milisi tersebut akan tetap menguasai Jalur Gaza kecuali Israel mengembangkan sesuatu yang lain. (berbagai sumber)

Editor: Yayu