Kalau ditanya, tentu kami ingin satu pekerjaan saja yaitu di CNN Indonesia sehingga kami bisa menjaga kesehatan tubuh kami. Kami pun takut tiba-tiba divonis sakit ginjal, typus dan penyakit lainnya karena ketidakmampuan menjaga tubuh akibat kelelahan. Tapi yang terpenting, kami pun ingin menghabiskan waktu dengan keluarga di hari libur kami. Seorang kawan mengatakan, anak perempuannya tak ingin lagi bercita-cita menjadi jurnalis.
Baca juga: Hasil Survei Citra Naik 73,1%, Polri Terus Genjot Kinerja dan Pelayanan Publik untuk Masyarakat
“Aku gak mau kayak Ayah. Hari libur kerja lagi”. Begitu kata gadis kecil itu.
Bertahun-tahun upah kami tak naik, kami pun memahami kondisi perusahaan. Tentu kami tak akan pernah lupa perusahaan tidak sekalipun memotong hak-hak kami ketika pandemi Covid-19 menghajar sektor usaha di Indonesia. Kami bersyukur atas itu. Tetapi, dengan kondisi yang kami ungkapkan ini, bahkan tiga bulan saja, perusahaan memutuskan memotong gaji kami, bayangan tentang masa depan benar-benar gelap. Kami tidak bisa menghidupi diri dan keluarga.
Bapak/Ibu manajemen, kami tidak mempunyai kejelasan berapa besaran pemotongan upah kami, sampai kapan upah itu dipotong, tiga bulan atau bisa terus diperpanjang entah sampai kapan sampai apa kompensasi setara dari pemotongan ini. Tapi yang jelas, dalam pikiran kami, ketika 28 Juni 2024 dan entah sampai kapan upah kami benar-benar dipotong, sudah jelas hidup kami dalam kondisi berbahaya. Kami tak punya jaring pengaman. Kami pun tak punya tabungan karena tak ada lagi uang yang bisa disimpan.
Keputusan ini diambil begitu saja dan disodorkan pada kami. Tidak ada skema apapun termasuk kompensasi. Tidak ada penjelasan apakah upah yang dipotong itu selisihnya akan dikembalikan kepada kami ketika keuangan perusahaan membaik. Tidak ada pula kompensasi soal waktu kerja ketika upah yang kami terima dipotong tiap bulannya. Semua diputuskan seolah-olah nasib hidup kami bisa diutak-atik begitu saja. Atas dasar itu, kami menolak keputusan sepihak perusahaan memotong gaji pekerja.
Baca juga: Menteri PUPR Lantik 5 Pejabat Pimpinan dan Fungsional
Bapak/Ibu, kami tidak membangkang. Sekali lagi, ini bukan bentuk pembangkangan ketika memberanikan menulis surat ini. Keberanian itu sudah tertanam lama dalam hati kami sebagai bagian dari CNN Indonesia karena setiap hari kami baca ‘No Fear, No Favor’. Kami akui, tidak semua pekerja ikut menuliskan surat ini. Tetapi kami meyakini, kami memberi suara kepada mereka yang tidak bisa bersuara. Semuanya sesuai nilai-nilai yang ditanamkan CNN Indonesia kepada kami.
Ketika buruh diperlakukan sepihak oleh pabriknya, kami ditugasi meliput untuk memberikan suara kepada mereka agar hak-haknya dipenuhi. Saat ini, kami berada di situasi yang sama. Lalu siapa yang akan membela kami sebagai pekerja? Karena itulah, kami merasa tergerak membela diri kami sendiri dan keluarga kami. Kami loyal dengan perusahaan ini. Jangan pertanyakan itu hanya karena kami bersuara. Karena setiap tugas yang diberikan kantor ini, kami tunaikan dengan dedikasi, bahkan keselamatan jiwa..
Tentu, kami bersedia berdiskusi dengan manajemen terkait kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan pekerja. Diskusi ini dilakukan setara, antara pemberi dan penerima kerja. Antara pemberi dan penerima upah. Semua atas nama keadilan, baik bagi perusahaan dan bagi kami termasuk keluarga-keluarga yang menggantungkan hidup pada CNN Indonenesia. Terima kasih.
Baca juga: DPR RI Berdasarkan Survei, Citra Positifnya Meningkat Pesat
Salam Hormat,
Karyawan Yang Mewakili Dirinya Masing-masing dan berjuang hidup di CNN Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak CNN Indonesia maupun perwakilan karyawannya. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko






