Beredar Surat Curhatan Karyawan CNN Indonesia Gara-Gara Gaji Dipotong
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Beredar surat curhat karyawan CNN Indonesia kepada bosnya Chairul Tanjung (CT). Dalam surat terbukanya, para karyawan jaringan media asing CNN ini melakukan pernyataan sikap bersama terkait pemotongan gaji mereka.
Seperti yang diterima Redaksi Wartabanjar.com di Jakarta, inti persoalan tersebut lantaran keputusan sepihak dari manajemen CNN Indonesia yang merasa perusahaan telah mengalami kerugian. Akibatnya, sebagai solusi satu-satunya yakni memangkas gaji para karyawan.
Kontan saja dalam surat tersebut para karyawan meminta ada pertemuan dengan CT selaku chairman. Para karyawan juga menyampaikan keluh kesahnya terkait gaji yang pas-pasan dan harus menerima konsekuensi dipangkas lagi.
Berikut surat pernyataan sikap bersama para karyawan CNN Indonesia:
Baca juga: Terima Hasil Survei Litbang Kompas,Polri Hujan Pujian
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA
Dengan Hormat Bapak/Ibu Manajemen CNN Indonesia,,
Perkenankan, kami para karyawan di CNN Indonesia TV maupun CNNIndonesia.com. Kami menyampaikan surat terbuka ini untuk manajemen. Melalui surat ini, kami ingin menyampaikan kegelisahan setelah mendengar sosialisasi yang disampaikan per divisi kerja terkait kondisi perusahaan. Dalam sosialisasi ini juga dikatakan, perwakilan CNN Indonesia menghadap chairman Bapak Choirul Tanjung untuk membahas kondisi dan keberlangsungan perusahaan.
Di forum sosialisasi ini kami juga mendapatkan informasi soal kerugian yang dialami perusahaan. Pada akhirnya, diputuskan perusahaan melakukan pemotongan gaji para pekerja. Pemotongan gaji pekerja ini dianggap sebagai solusi untuk menambal defisit keuangan perusahaan dan disetujui Bapak Chairul Tanjung. Mendengar kabar ini kami sebagai pekerja sangat kaget dan kecewa. Ini menjadi kesepakatan para pimpinan, namun pemotongan ini sepihak bagi kami para pekerja.
Baca juga: BNN Cek Lapas Banjarbaru, Pastikan Bersih dari Narkoba
Jika dalam forum sosialisasi, para manajemen mengungkapkan kondisi perusahaan, maka izinkan kami juga meminta waktu Bapak/Ibu untuk mengetahui nasib yang saat ini kami alami, sekaligus gambaran hidup yang kami hadapi ketika upah kami dipotong. Kami ingin jujur dan terbuka memberikan gambaran apa yang kami, para pekerja CNN Indonesia ini alami setiap hari, setiap bulan berganti. Bagaimana nasib kami, bergantung apa yang terjadi pada 28 Juni 2024 dan di tanggal yang sama pada bulan-bulan selanjutnya. Entah sampai kapan.
Yang terhormat para pimpinan kami, kami yang bertanda tangan di bawah ini, memang tidak bisa menyatakan mewakili semua pekerja di perusahaan yang kita cintai bersama ini. Namun, setidaknya gambaran yang kami ungkapkan ini, bisa menggambarkan yang kami dan sebagian kawan-kawan kami alami. Ada banyak dari kami yang diupah ‘pas-pasan’. Kenapa kata itu kami pilih? Itu karena kami bekerja satu bulan, untuk hidup satu bulan. Upah kami pas. Tak bersisa.
Baca juga: Gara-Gara Rumahtangganya Cekcok, Pria ini Nekat Bacok Kedua Tetangganya
Jadi jangan bayangkan tabungan karena upah kami habis untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, keluarga, utang, cicilan dan terpenting pendidikan anak-anak kami. Artinya, ada kebutuhan lain yang mendesak atau misalnya asuransi kesehatan sudah melewati limit dan harus kami bayar sendiri, kami terpaksa berutang dengan menggesek kartu kredit atau sumber-sumber lain untuk menutup kekurangan. Jadi sekali lagi, jangan bayangkan tabungan karena kami tidak memilikinya.
Ada pula di antara kami yang bekerja satu bulan, upah habis sebelum kembali berjumpa dengan tanggal 28 atau di hari gajian. Ah mana mungkin itu! Mungkin di antara Bapak/Ibu berseloroh setelah membaca tulisan ini. Bapak/Ibu, di antara kami, harus bekerja di hari libur, harus bekerja usai jam kerja di kantor, kerja apa saja asal tidak bertabrakan dengan nilai-nilai profesi dan CNN Indonesia. Kenapa kami harus bekerja, karena upah kami pas-pasan, atau tak cukup. Bahkan tak sedikit dari kami diberi upah di bawah UMR.
Kalau ditanya, tentu kami ingin satu pekerjaan saja yaitu di CNN Indonesia sehingga kami bisa menjaga kesehatan tubuh kami. Kami pun takut tiba-tiba divonis sakit ginjal, typus dan penyakit lainnya karena ketidakmampuan menjaga tubuh akibat kelelahan. Tapi yang terpenting, kami pun ingin menghabiskan waktu dengan keluarga di hari libur kami. Seorang kawan mengatakan, anak perempuannya tak ingin lagi bercita-cita menjadi jurnalis.
Baca juga: Hasil Survei Citra Naik 73,1%, Polri Terus Genjot Kinerja dan Pelayanan Publik untuk Masyarakat
“Aku gak mau kayak Ayah. Hari libur kerja lagi”. Begitu kata gadis kecil itu.
Bertahun-tahun upah kami tak naik, kami pun memahami kondisi perusahaan. Tentu kami tak akan pernah lupa perusahaan tidak sekalipun memotong hak-hak kami ketika pandemi Covid-19 menghajar sektor usaha di Indonesia. Kami bersyukur atas itu. Tetapi, dengan kondisi yang kami ungkapkan ini, bahkan tiga bulan saja, perusahaan memutuskan memotong gaji kami, bayangan tentang masa depan benar-benar gelap. Kami tidak bisa menghidupi diri dan keluarga.
Bapak/Ibu manajemen, kami tidak mempunyai kejelasan berapa besaran pemotongan upah kami, sampai kapan upah itu dipotong, tiga bulan atau bisa terus diperpanjang entah sampai kapan sampai apa kompensasi setara dari pemotongan ini. Tapi yang jelas, dalam pikiran kami, ketika 28 Juni 2024 dan entah sampai kapan upah kami benar-benar dipotong, sudah jelas hidup kami dalam kondisi berbahaya. Kami tak punya jaring pengaman. Kami pun tak punya tabungan karena tak ada lagi uang yang bisa disimpan.
Keputusan ini diambil begitu saja dan disodorkan pada kami. Tidak ada skema apapun termasuk kompensasi. Tidak ada penjelasan apakah upah yang dipotong itu selisihnya akan dikembalikan kepada kami ketika keuangan perusahaan membaik. Tidak ada pula kompensasi soal waktu kerja ketika upah yang kami terima dipotong tiap bulannya. Semua diputuskan seolah-olah nasib hidup kami bisa diutak-atik begitu saja. Atas dasar itu, kami menolak keputusan sepihak perusahaan memotong gaji pekerja.
Baca juga: Menteri PUPR Lantik 5 Pejabat Pimpinan dan Fungsional
Bapak/Ibu, kami tidak membangkang. Sekali lagi, ini bukan bentuk pembangkangan ketika memberanikan menulis surat ini. Keberanian itu sudah tertanam lama dalam hati kami sebagai bagian dari CNN Indonesia karena setiap hari kami baca ‘No Fear, No Favor’. Kami akui, tidak semua pekerja ikut menuliskan surat ini. Tetapi kami meyakini, kami memberi suara kepada mereka yang tidak bisa bersuara. Semuanya sesuai nilai-nilai yang ditanamkan CNN Indonesia kepada kami.
Ketika buruh diperlakukan sepihak oleh pabriknya, kami ditugasi meliput untuk memberikan suara kepada mereka agar hak-haknya dipenuhi. Saat ini, kami berada di situasi yang sama. Lalu siapa yang akan membela kami sebagai pekerja? Karena itulah, kami merasa tergerak membela diri kami sendiri dan keluarga kami. Kami loyal dengan perusahaan ini. Jangan pertanyakan itu hanya karena kami bersuara. Karena setiap tugas yang diberikan kantor ini, kami tunaikan dengan dedikasi, bahkan keselamatan jiwa..
Tentu, kami bersedia berdiskusi dengan manajemen terkait kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan pekerja. Diskusi ini dilakukan setara, antara pemberi dan penerima kerja. Antara pemberi dan penerima upah. Semua atas nama keadilan, baik bagi perusahaan dan bagi kami termasuk keluarga-keluarga yang menggantungkan hidup pada CNN Indonenesia. Terima kasih.
Baca juga: DPR RI Berdasarkan Survei, Citra Positifnya Meningkat Pesat
Salam Hormat,
Karyawan Yang Mewakili Dirinya Masing-masing dan berjuang hidup di CNN Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak CNN Indonesia maupun perwakilan karyawannya. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko