Ia juga menyoroti laporan dari jemaah di sektor lain yang mengalami keracunan makanan karena makanan basi. Akibatnya, banyak jemaah mengalami diare dan pusing.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas katering yang dipesan.
Endang menekankan pentingnya evaluasi terhadap kontrak katering, apakah sesuai dengan yang telah disepakati atau terjadi penyimpangan.
Insiden makanan basi yang mengakibatkan lebih dari 50 jemaah sakit, hampir mendekati 100 orang, harus segera ditindaklanjuti.
“Ini perlu segera ditindaklanjuti,” tegasnya. (berbagai sumber)
Edito: Erna Djedi







