Setelah membayar Rp 296.000, pemilik toko membuka paket tersebut dan menemukan isinya hanya berupa case (bungkus) HP.
Pemilik toko kemudian menelepon anaknya menanyakan apakah ia memesan barang tersebut.
Namun anaknya menyatakan tidak pernah memesan case HP tersebut.
Setelah memeriksa akun belanjanya, pemilik toko memastikan tidak ada pesanan untuk barang tersebut.
Nomor HP pengirim yang tercantum pada paket juga tidak lengkap dan tidak ada keterangan asal pengirimnya.
“Pemilik toko juga menyadari bahwa kurir wanita tersebut tidak pernah terlihat mengantar paket sebelumnya, karena biasanya hanya kurir dari J** atau S** yang datang ke toko,” tulis akun ini lagi. (ernawati)
Editor: Erna Djedi







