Kabar Duka, Jemaah Haji Wafat Saat Tiba di Bandara King Abdul Aziz

“Selama perjalanan normal-normal saja. Kami bergembira selama di pesawat, tidak ada masalah. Mulai kelihatan saat mengambil koper, mengeluh pusing. Langsung turun, tiba-tiba tidak ada tenaga, pingsan dan sesak, kemudian ditangani tim medis,” kata Endang.

“Ibu dinyatakan meninggal dunia setibanya di Rumah Sakit King Fadh Hospital,” sambungnya.

Dikatakan Endang, tidak ada firasat akan kepergian istrinya. Namun, selama tiga tahun terakhir istrinya benar-benar rajin menjalankan salat sunnah Dluha dan Tahajud. Selain itu, Almarhum Ibu Popon juga tidak pernah lepas dari bacaan Al-Qur’an.

“Istri saya bisa khatam Al-Qur’an sebulan sekali. Kalau tidak sedang haid, dia tidak pernah absen mengerjakan salat Dhuha dan salat Tahajud. Setiap malam, dia selalu membangunkan saya untuk salat malam,” kenang Endang.

Kepergian sang istri yang sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mendidik ketiga putra-putrinya membuat anak-anaknya sangat kehilangan. Anak bungsunya yang saat ini masih duduk di kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) masih terus menanyakan keberadaan Ibunya.

“Kami Ikhlas, sekalipun itu berat. Allah pasti memberikan jalan yang terbaik untuk diri saya, untuk keluarga saya. Semoga Allah mengampuni terhadap dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkan almarhumah di tempat yang mulia,” doanya.(atoe/kemenag)

Editor Restu