“Bahkan jika masih terdapat masjid-masjid kecil bergaya Arab di desa-desa, akan sulit bagi masyarakat lokal untuk menentang sinisasi mereka” katanya seperti dikutip Wartabanjar.com dari The Guardian.
Baca juga: Polemik Revisi UU Penyiaran Menuai Protes, Begini Kata Farhan
Hannah Theaker, sejarawan Islam di Tiongkok di Universitas Plymouth, mengatakan kampanye sinisisasi masjid telah berkembang provinsi demi provinsi, dengan Yunnan sebagai salah satu provinsi terjauh dari Beijing, yang ditangani terakhir.
“Pada tahun 2023, ada perasaan di kalangan komunitas bahwa sinisisasi arsitektur akan mencapai masjid-masjid terkenal di Yunnan, sebagai masjid besar terakhir yang tidak disinisasi di Tiongkok.” kata Hannah.
Ma Ju, seorang aktivis Tionghoa Hui yang tinggal di New York, mengatakan renovasi tersebut adalah pesan yang jelas untuk menghancurkan agama dan etnis Arab.
Baca juga: Mega Minta Tukar Posisi Ketua DPR Dianggap Candaan, Begini Kata Puan:
Pertama kali dibangun pada masa dinasti Ming, Masjid Agung Shadian dihancurkan selama revolusi kebudayaan dalam pemberontakan yang dikenal sebagai insiden Shadian, di mana Tentara Pembebasan Rakyat menekan pemberontakan Muslim Hui di daerah tersebut. Lebih dari 1.000 orang diperkirakan tewas.
Masjidil Haram Cina itu kemudian dibangun kembali dan diperluas dengan dukungan pemerintah. Desainnya didasarkan pada Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, tempat diyakini Muhammad dimakamkan. Ini memiliki tiga ruang sholat dan kapasitas untuk 10.000 jamaah. (Sidik Purwoko)
Baca juga: Mega Minta Tukar Posisi Ketua DPR Dianggap Candaan, Begini Kata Puan:
Editor: Sidik Purwoko







