“Hal ini dalam rangka menjaga kehigienisan makanan tersebut,” ujarnya.
“Kami membedakan menu regular dan menu untuk lansia. Untuk itu, kami selalu berkordinasi dengan pihak Kementerian Agama. Terakhir, dalam menjaga kualitas makanan, bumbu-bumbu dan bahan makanan semuanya dipilih yang segar,” sambungnya.
Hasil pantauan Tim Media Center Haji (MCH) saat bertemu jemaah dan menanyakan tentang menu makanan yang disajikan, mereka umumnya merasa puas dengan masakan yang disiapkan.
“Makanannya enak sekali, lauknya banyak. Sehingga, seringkali porsi dirasakan kurang, karena masih kepingin makan,” ungkap Poniran salah satu jemaah dari kloter 7 Embarkasi Solo.
“Cocok makanannya, mbah selalu habis maemnya, enak dan tidak perlu masak sendiri, tinggal makan,” tandasnya.(atoe/kemenag)
Editor Restu







