“Dan mampu merekayasanya ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: Dua Warga Disengat, DPKP Banjar Basmi Sarang Tawon di Bincau
Oleh karena itu jika suatu bangsa dan negara ingin maju maka negara dan bangsa tersebut harus bisa memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada rakyatnya terutama kepada para generasi mudanya untuk bisa kuliah di perguruan tinggi , tidak hanya untuk tingkat S1, tapi juga S2 dan S3.
“Pertimbangan itulah yang telah membuat banyak negara maju berusaha untuk mengenakan biaya kuliah semurah mungkin, bahkan menggratiskannya agar warga bangsanya bisa sebanyak mungkin melanjutkan studinya ke perguruan tinggi,” tutur Anwar.
Baca juga: Rugi Puluhan Juta, Toko H. Husni di Martapura Hangus Diamuk Api
Tetapi sebaliknya, lanjut Anwar, di indonesia justru kebijakan baru Kemendikbud malah menaikkan uang kuliah cukup tinggi. Bahkan ada yang sampai 3 dan 4 kali lipat lebih mahal dari sebelumnya.
“Sehingga sudah bisa dipastikan hanya anak-anak orang kaya dan berduit saja yang akan bisa masuk perguruan tinggi,” paparnya.
Bila ini yang terjadi maka berarti pemerintah telah mengkhianati dirinya sendiri. Karena tugas negara dan pemerintah sesuai dengan amanat konstitusi adalah melindungi rakyat, mencerdaskan rakyat dan mensejahterakan mereka.
Baca juga: Biawak Meresahkan Warga Sekumpul Dievakuasi Petugas DPKP Banjar
“Untuk itu diharapkan kepada pemerintah dan DPR agar bisa mengatasi masalah ini secepatnya dan dengan sebaik-baiknya. Karena kalau tidak maka berarti pemerintah dan dpr telah membuat kebijakan yang bersifat diskriminatif terhadap rakyatnya sendiri,”desak Anwar.







