WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Satreskrim Polres Banjarbaru berhasil mengamankan delapan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Para pelaku terdiri dari empat pencuri dan empat penadah yang beroperasi di wilayah hukum Kota Banjarbaru.
Wakapolres Banjarbaru, Kompol Winda Adhiningrum mengatakan, empat orang pelaku pencurian ini diamankan di tempat dan waktu yang berbeda. Mereka beraksi di Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Banjar.
“Para pelaku di antaranya, Syahminan dan Mujaifi warga Kota Banjarmasin, Rizky Yahya warga Kota Samarinda, dan Abdurasyid warga Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Syahminan residivis,” ungkap Kompol Winda saat konferensi pers di lobbi Kantor Polres Banjarbaru, Jumat (17/05/2024).
Baca juga: Jerat Korban di TikTok, WNA Selundupkan Manusia Diringkus Petugas Kantor Imigrasi Surabaya
Tak hanya pelaku pencurian kata Kompol Winda, polisi juga menciduk empat orang penadah, yakni Misbe, Ari Wibowo, Yanto, dan M. Ilham. Dari tangan mereka, polisi mengamankan sebanyak 21 unit sepeda motor hasil curian.
Pelaku utama, jelas Kompol Winda, bernama Riski Yahya, telah mencuri belasan motor di wilayah Hukum Banjarbaru, Banjar dan Tanahlaut sejak Desember 2023 lalu.
“Riski tidak berkutik ketika diamankan petugas saat berada di Wilayah Hukum Polresta Banjarmasin, pada awal Mei lalu,” ungkap Kompol Winda seperti dikutip Wartabanjar.com.
Para pelaku mulai beraksi sejak Desember 2023 dengan modus berputar mencari sasaran. Setelah menemukan targetnya, pelaku mendatangi sasaran dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek online.
“Setelah mendapat sasaran, para pelaku memarkir sepeda motornya jauh dari sasaran. Lalu mendatangi sasaran dengan jalan kaki atau memakai ojek online,” jelasnya.
Sementara itu menurut Kasatreskrim Polres Banjarbaru, Iptu Zuhri Muhammad. saat Riski diintrogasi mengaku telah menjual hasil curian kepada penadah bernama Ilham, yang berdomisili di Kabupaten Tanahlaut.
Berdasarkan informasi tersebut, kata Iptu Zuhri, petugas langsung melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Ilham beserta barang bukti.
“Ranmor kemudian dijual dengan harga murah kepada para pekebun di Tanahlaut, yang memang memerlukan alat transportasi seadanya,” papar Iptu Zuhri.







