“Melalui BEKANTAN, siswa-siswa tidak hanya mempelajari proses pembukaan rekening, tetapi juga langsung mempraktikkannya dengan melakukan penyetoran tabungan, pengecekan saldo melalui mobile ATM, dan menggunakan layanan mobile banking,” ungkapnya.
Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan yang optimal memiliki kontribusi positif terhadap kesejahteraan keuangan individu dan masyarakat. Dalam mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, otoritas, dan lembaga jasa keuangan dalam melaksanakan kegiatan
untuk meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan.
Dalam perjalanannya, Bank Kalsel telah menjalin kerjasama dengan hampir 100 sekolah dari berbagai jenjang di seluruh unit kerjanya.
Bahkan, Bank Kalsel telah berkolaborasi dengan salah satu sekolah di Banjarmasin dalam kegiatan Bank Mini, memberikan kesempatan bagi siswa untuk
mendapatkan vokasi dan pembelajaran nyata tentang jasa keuangan.
“Keberhasilan pelaksanaan Program BEKANTAN tidak terlepas dari dukungan otoritas dan pemerintah daerah selama ini. Hari ini, Bank Kalsel dengan bangga meluncurkan Program BEKANTAN sebagai bentuk implementasi nyata dari literasi dan inklusi keuangan, yang sejalan dengan tujuan Program KEJAR dari OJK,” pungkasnya.(rilis)
Editor Restu







