Gempa Garut, BMKG Peringatkan Potensi Dua Bencana Ini

Baca juga: Tabrak Lari di Pal 20 Banjarbaru: 3 Motor Rusak Parah, 4 Orang Terluka

Dwikorita juga meminta warga untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal, apakah cukup tahan gempa atau tidak. “Apakah ada kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan. Jadi periksa sebelum kembali ke dalam rumah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Nasional, Daryono menyatakan, gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Garut dan sekitarnya adalah gempa utama.

Hasil analisis BMKG, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jabar atau populer disebut sebagai gempa dalam lempeng atau intra-slab earthquake.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,39° lintang selatan, 107,11° bujur timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 156 km arah barat daya Garut, Jawa Barat pada kedalaman 70 km.

“Gempa semalam adalah langsung gempa utama (mainshock), kemudian amblas dan energi habis atau lepas total. Tidak ada gempa pembuka dan miskin susulan. Hingga pukul 23.55 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,1,” ungkap Daryono.

Gempa bumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Sukabumi, Tangerang, Bogor, DKI Jakarta, Kebumen, Banyumas, Cilacap, dan Purwokerto. Selain itu, gempa juga dirasakan di Bantul, Sleman, Kulonprogo, Trenggalek, dan Malang. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi