Pasca Kalah dari Indonesia, Pelatih Timnas Korsel Salahkan Cedera dan Absennya Pemain Kunci
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, SEOUL - Asisten pelatih Timnas Korea Selatan (Korsel) Myung Jae-yong menyalahkan cederanya para pemain kuncinya di perempat final Piala Asia U-23 di Qatar, Kamis (25/04/2024) malam. Selain itu, Korsel kesulitan menarik para pemainnya yang memperkuat klub-klub Eropa untuk berlaga di Qatar hingga tersingkir oleh anak asuh pelatih Garuda Muda asal negeri mereka, Shin Tae-yong.
"Kami mempunyai beberapa pemain yang cedera atau tidak dalam kondisi 100 persen. Akan sulit bagi kami untuk mencetak gol penentu kemenangan di perpanjangan waktu, kecuali kami mencetak gol melalui bola mati atau serangan balik. Saya pikir kami para pemain menjalankan rencananya dengan sangat baik hingga akhir, meskipun ada beberapa situasi sulit." kata Myung dalam konferensi pers usai pertandingan.
Myung mengucapkan selamat kepada Indonesia atas kemenangan mereka. Meski begitu, dirinya tetap membanggakan timnya sendiri hingga terjadi adu penalti. Apalagi mereka hanya diperkuat dengan 10 pemain setelah Lee Young-jun dikartu merah pada menit ke-70.
“Anda harus beruntung dalam adu penalti, dan kami tidak beruntung di pihak kami malam ini,” kata Myung seperti dikutip Wartabanjar.com dari Kantor Berita Yonhap.
Baca juga: Penjelasan Polisi Terkait Penangkapan Konten Kreator Galih Loss, Ini Pasal yang Dikenakan
Myung menjelaskan, Lee, pencetak gol terbanyak tim di Qatar dengan tiga gol, diturunkan pada awal babak kedua. Karena staf pelatih merasa pertandingan bisa berlanjut ke perpanjangan waktu dan Lee tidak dalam kondisi bermain penuh 120 menit.
Tapi Lee menarik diri dari pertandingan setelah melakukan pelanggaran terhadap Justin Hubner. Lee menerima kartu kuning pada awalnya, tetapi tinjauan asisten video wasit meningkatkan kewaspadaannya menjadi kartu merah langsung. Tayangan ulang VAR menunjukkan Lee menginjak kaki Hubner saat ia berpapasan dengan bek Indonesia tersebut.
“Kami ingin memberikan pukulan terbaik kami di babak kedua dengan Lee Young-jun, tetapi kami baru saja mengalami situasi buruk di sana,” kata Myung.
Myung menambahkan bahwa kehilangan beberapa pemain yang berbasis di Eropa di Qatar merugikan Korea Selatan.
Baca juga: Empat Operator Judi Online di Depok Diamankan Polda Metro, omzet Puluhan Milyar
Seperti diketahui, Korsel kalah dari Indonesia 11-10 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 di babak pertama, kedua hingga dua kali perpanjangan waktu. Pertandingan perempat final Piala Asia U-23 Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) itu digelar di Stadion Abdullah bin Khalifa di Doha.
Kompetisi ini juga merupakan ajang kualifikasi AFC untuk Olimpiade Paris 2024. Dengan hanya tiga tim teratas yang mendapatkan tiket.
Sementara coach Hwang Sung-hung awalnya memanggil lima pemain yang bermarkas di liga luar negeri, namun tiga diantaranya tidak dilepas klub masing-masing. Mereka adalah penyerang Celtic Yang Hyun-jun, gelandang Stoke City Bae Jun-ho dan bek Brentford Kim Ji-soo. Mereka memiliki kelebihan yang dianggap perlu untuk memenangkan Korsel.
Karena laga AFC tidak ada dalam kalender pertandingan internasional FIFA, klub mereka tidak mengijinkan untuk bermain.
Baca juga: Edarkan Narkoba, MA Harus Berurusan dengan Sat Reserse Narkoba Polres Tabalong
“Memang benar hilangnya pemain yang berbasis di Eropa membuat segalanya menjadi sulit bagi kami,” kata Myung.
"Kami menggunakan berbagai saluran untuk membuat klub-klub tersebut setuju mengirimkan pemain mereka kepada kami. Namun sebelum turnamen, kami tidak dapat membawa mereka ke sini karena beberapa alasan." pungkasnya. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko