WARTABANJAR.COM, MOSCOW – Aksi teror gedung konser di Moskow membuat Presiden Rusia Vladimir Putin geram hingga menuding Ukraina terlibat penyerangan tersebut. Pasalnya, aksi brutal kawanan bersenjata itu disebut-sebut mencoba melarikan diri ke Ukraina. Namun Ibukota Kyiv membantah tudingan tersebut.
Namun tudingan itu dibantah Kyiv karena afiliasi ISIS di Afghanistan sudah mengaku bertanggung jawab melalui postingan di media sosial kelompok tersebut.
Kyiv justru balik menuduh Putin dan politisi Rusia lainnya secara keliru menghubungkan Ukraina dengan serangan tersebut. Hal itu untuk memicu semangat perang Rusia di Ukraina yang baru-baru ini memasuki tahun ketiga..
Seorang pejabat intelijen AS mengatakan kepada Associated Press bahwa badan-badan AS telah mengonfirmasi bahwa ISIS bertanggung jawab atas serangan tersebut. Bahkan, pihaknya sudah memperingatkan jauh-jauh hari sebelumnya kepada Rusia.







