Mantan Presiden AS Donald Trump Ancam Dunia Otomotif Akan Ada Pertumpahan Darah Jika Kalah Di Pilpres 2024
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, OHIO -Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam industri otomotif akan ada 'pertumpahan darah' jika kalah pada Pemilu AS 2024. Dirinya juga menyampaikan peningkatan retorika anti-migran dalam kampanyenya tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump yang kembali maju dalam Pilpres AS 2024 sebagai orator tamu kampanye kandidat Senat Ohio, Bernie Moreno, beberapa waktu lalu. Pernyataannya tentang "pertumpahan darah" tersebut mengindikasikan ancamannya terhadap industri kendaraan listrik yang memproduksi mobil di luar AS. Dirinya juga terkesan menggunakan bahasa meremehkan untuk menggambarkan imigran yang berada di negara tersebut secara ilegal.
“Kami akan menerapkan tarif 100 persen pada setiap mobil yang diproduksi. Dan anda tidak akan bisa menjual mobil-mobil itu jika saya terpilih,” kata Trump yang mengkritik produksi manufaktur di luar negeri.
"Sekarang, jika saya tidak terpilih, ini akan menjadi pertumpahan darah secara keseluruhan. Ini akan menjadi pertumpahan darah bagi negara, menjadi pertumpahan darah yang paling kecil," katanya lagi.
Tim kampanye Trump membantah bahwa Trump berbicara tentang kekerasan di seluruh negeri jika ia kalah dalam pemilu tahun 2024. Mereka beralasan bahwa yang dimaksud adalah tentang kehancuran industri otomotif.
Baca juga: Hati- Hati, Ranjau Paku Marak Lagi, Kali Ini Di Jalan Gatot Subroto Depan Gedung DPR/MPR RI
“Mandat EV yang gila dari Joe Biden akan membantai industri otomotif Amerika. Itu sebabnya kita harus memilih Presiden Trump,” kata penasihat senior kampanye Trump, Jason Miller di X.
Tak pelak Tim Kampanye Presiden Joe Biden memanfaatkan komentar tersebut untuk menyoroti bagaimana Trump sering mengagung-agungkan para pemimpin otoriter.
“Inilah Donald Trump,” kata juru bicara Biden, Harris James Singer dalam pernyataannya Sabtu (16/03/2024) malam.
“Dia menginginkan pemilu tanggal 6 Januari lagi. Namun rakyat Amerika akan memberinya kekalahan lagi dalam pemilu bulan November ini karena mereka terus menolak ekstremismenya, kecintaannya pada kekerasan, dan rasa hausnya akan balas dendam,” ujarnya.
Pada kampanye umum itu, Trump juga menyebut imigran ilegal adalah bukan manusia dan mengklaim negara-negara lain membiarkan penjahat keluar dari penjara untuk menyeberang ke Amerika Serikat.
"Saya tidak tahu apakah anda menyebut mereka manusia, dalam beberapa kasus? Menurut pendapat saya mereka bukanlah manusia," kata Trump, mengacu pada tahanan dan anggota geng yang menurutnya dikirim oleh negara lain ke Amerika.
Trump mengatakan bahwa Partai Demokrat akan mengkritik retorikanya dengan mengatakan bahwa dia tidak memiliki rasa kemanusiaan. Dia terus menggunakan bahasa yang meremehkan.
Sepanjang masa kampanye, Trump sering menggunakan kata-kata bernada menghina ketika berbicara tentang imigran yang datang ke AS secara ilegal. Berulang kali Trump menyebut mereka “binatang” dan “meracuni darah negara kita” seperti kata-kata tokoh fasis Adolf Hitler. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko