Hati- Hati, Ranjau Paku Marak Lagi, Kali Ini Di Jalan Gatot Subroto Depan Gedung DPR/MPR RI
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA -Lama menghilang, aksi kejahatan dengan menyebar ranjau paku kembali marak akhir-akhir ini. Aksi kejahatan yang menyasar pengendara di jalan raya itu lagi-lagi nekat beraksi.
Seperti pada Minggu )17/03/2024) kemarin, Jalan Raya Gatot Subroto, persisnya di depan gedung DPR/MPR RI banyak bertebaran ranjau yang sering membuat ban kendaraan bocor. Namun kali ini ranjau yang ditebarkan bukan lagi paku melainkan potongan rangka payung.
Akibat aksi tersebut, dua orang lelaki berusaha melakukan pembersihan sebaran ranjau paku yang berada di salah satu ruas jalan utama di Jakarta tersebut. Seorang lelaki menggunakan pakaian kaos warna hitam bertuliskan Adidas dan seorang lagi menggunakan jaket dengan motif doreng-doreng militer.
"Ïjin melaporkan nih, sebaran rangka payung nih. Di jalur Gatsu arah Pancoran. Minggu pagi banyak ranjau rangka payung," kata salah seorang diantaranya.
Keduanya membersihkan paku-paku itu dengan kayu yang ujungnya diberi magnet. Aksi itu dilakukan dengan sukarela lantaran kasihan dengan para pengguna jalan yang menjadi korban.
"Bikin ban motor orang bocor nih bahaya. Waspada luurr !!!" ujarnya mengingatkan.
Upaya pembersihan ranjau itulah yang rekaman videonya tersebar di sejumlah media sosial yang diterima Wartabanjar.com tadi pagi. Rekaman itu beredar naik melalui pesan whatsapp.
Tampak dalam rekaman, seorang aparat kepolisian di kejauhan. Dirinya hanya bisa membantu mengatur arus lalu lintas yang kebetulan sepi lantaran hari libur.
Pasalnya dalam tayangan tersebut kedua lelaki yang tidak menyebutkan identitasnya itu mengaku bahwa sudah banyak kendaraan menjadi korban.
Baca juga: Jojo dan Fajar/Ryan Juara, All England Open 2024 Milik Indonesia
Sebelumnya, maraknya aksi penebaran ranjau paku pernah marak pada Npvember tahun lalu. Pelaku penebaran ranjau itu pernah dipergoki Lelo (45), seorang pedagang kopi keliling yang melintas di Jalan Gatot Subroto, depan Hotel Mangkuluhur.
Menurut pengakuannya, pelaku itu tidak beraksi sendirian melainkan bersama salah seorang rekannya. Keduanya melakukan penebaran itu saat melintas menggunakan kendaraan roda dua.
Caranya, dengan melempar kantung plastik ke jalan saat melaju kencang. Dengan begitu, paku yang berada dalam kantung plastik akan berceceran begitu jatuh ke jalanan.
Bahkan, aksi pelemparan ranjau paku itu pernah disaksikannya sebanyak 2 kali. Karena itulah masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan waspada agar tidak menjadi korban. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko