Mengetahui para gerombolan geng motor dihalau oleh polisi, dia berusaha mengadang laju para anggota geng motor tersebut dengan kendaraan mobilnya. Namun, dia langsung diserang dengan senjata tajam.
“Pas saya pulang ada 30 geng motor bawa samurai, maksudnya saya palang karena ada polisi di sana yang mengejar, langsung saya diserang sama mereka. Mobil dan tangan saya terkena, begitu mobil polisi lewat saya putar balik karena melihat ada beberapa yang masuk ke sini, saya kejar dan di sinilah berhasil menangkap pelaku,” kata Farel.
“Yang masuk ke sini tadi saya lihat ada tiga orang, yang berhasil ditangkap dua orang. Nah yang satu membawa senjata tajam tadi lari ke dalam,” sambungnya.
Atas keberaniannya, korban mengalami memar di bagian tangan dan spion mobil miliknya pun rusak akibat terkena sabetan senjata tajam para anggota geng motor tersebut.
Dalam kondisi babak belur, kedua anggota geng motor tersebut pun langsung dibawa ke Mapolrestabes Medan. Namun, saat hendak dibawa ke kantor polisi, warga yang geram dengan ulah pelaku masih saja berusaha menghakiminya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi
Berita ini telah tayang di beritasatu.com dengan judul Konvoi Sambil Bawa Senjata Tajam, Anggota Geng Motor Dihajar Massa di Deli Serdang






