Lebih lanjut Helldy menerangkan, pihaknya meminta agar perusahaan industri di lokasi tersebut dapat memberikan bantuan berupa pengeboran sumur sehingga dapat mengatasi persoalan air bersih di Kampung Cisuru.
Pasalnya, lanjut Helldy, sampai saat ini pihaknya belum bisa berbuat banyak untuk membantu kesulitan warga. Sebab belum ada anggaran untuk pemberian sumur bor dalam waktu dekat bagi 62 KK yang tinggal di Kampung Cisuru.
“Kami minta IRT dan Indonesia Power bersama-sama bisa membantu (membangun sumur bor), karena memang kami belum membudgetkan. Target pengeboran sendiri, yang pertama saya minta selama 1 minggu harus ada kepastian, kita akan monitoring terus,” terangnya.
Diakui Helldy, proses pengeboran sumur di Kampung Cisuru tidak mudah lantaran kondisi perkampungan yang berada di atas perbukitan. Maka itu perlu dilakukan survei untuk mencari sumber mata air terdekat.
“Dan yang diminta oleh tokoh masyarakat, bahwa pengeborannya tidak dilakukan di wilayah ini, tapi dari bawah, karena dari bawah itu katanya sumber airnya jauh lebih banyak dibandingkan di atas,” tuturnya. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko






