“Alhamdulillah, kita masih bisa tetap berbagi tadi dengan masyarakat yang ada disini,” ucap Paman Birin.
Sementara itu, Anggota Panitia Pasar Wadai Ramadhan, Achmadi mengungkapkan, Pasar Wadai diisi kurang lebih sebanyak 150 pedagang. Para pedagang tersebut juga tidak dipungut biaya sepeserpun.
“Jadi stand-stand yang ada disini itu diisi dengan beberapa SKPD Pemprov Kalsel, dan juga para pelaku UMKM, semuanya kita fasilitasi dengan gratis,” ungkap Achmadi.
Achmadi juga menjelaskan, pasar wadai tahun ini digelar di lokasi tersebut, lantaran untuk kawasan Siring 0 Km masih ada pekerjaan.
“Jadi dipindahkan ke depan Gedung Susu ini, karena kalau di sana dapat terganggu dengan pekerjaan, dan juga lalu lintas,” jelas Achmadi.
Alasan pemindahan itu karena kondisinya lebih strategis, lebih luas, dan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Karena Pasar Wadai Ramadhan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan inflasi di Kalsel.
“Jadi ini upaya kita dalam menekan inflasi yang mulai melambung tinggi, karena biasanya harga barang-barang memasuki bulan Ramadhan itu naik,” pungkasnya. (Ignatius)
Editor: Sidik Purwoko

