WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Polisi mengungkap fakta baru satu keluarga lompat dari apartemen Jakarta Utara.
Keempat korban yang merupakan orang satu keluarga yang tewas jatuh dari lantai 22 apartemen di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, dalam kondisi tangan terikat tali.
“Pada saat terjatuh itu masih dalam kondisi EA dan JL terikat tangannya dengan tali yang sama, AEL terikat tali yang sama dengan JWA. Ikatan tali tersebut mengikat,” ungkap Kapolsek Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya kepada wartawan, Selasa (12/3/2024).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, lanjut dia, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban yang membuat keempat korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca juga: Telepon Prabowo, Raja Abdullah dari Yordania Ingin Datang Langsung Ucapkan Selamat
“Disampaikan luka-luka itu mengalami luka kepala, kepalanya pecah di bagian belakang, patah-patah di sekujur tubuh, kedua tangan dan kaki patah-patah,” tuturnya.







