Kemenko Perekonomian Sebut Proyeksi Inflasi 2024 Terkendali pada Level 2,8 Persen

Susiwijono mengatakan, inflasi pada komoditas pangan terjadi karena permasalahan iklim sehingga masa tanam dan masa panen mundur dari waktu biasanya. Hal tersebut berimbas terhadap distribusi khususnya terkait dengan supply dan demand.

“Supply kita memang agak bergeser karena panen bergeser. Realisasi impor penguatan cadangan impor belum semua terealisasi,” kata dia.

Dari hasil koordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L), pemerintah memperkirakan akan terjadi tren penurunan harga pangan.

“Justru bulan ini mulai Maret akan terjadi tren penurunan harga. Bahkan harga internasionalnya pun mulai turun. Jadi dua sisi, suplai di domestik maupun suplai dari impor kita mestinya harganya trennya akan turun, sehingga inflasi pangan di bulan ini (Maret) akan lebih baik, mungkin terkendali,” pungkas Susiwijono. (Sidik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko