WARTABANJAR.COM – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi menegaskan agar masyarakat bisa membedakan kritik, fitnah, dan hoaks.
“Dalam negara yang demokratis, kritik merupakan salah satu bagian dari kebebasan berpendapat yang dapat menyehatkan demokrasi. Demokrasi ini kan menjadi sehat karena kritik, vitaminnya kan kritik, gizinya kritik,” katanya.
Ia menegaskan jika pemerintah tetap memegang teguh komitmen dengan tidak pernah mengekang kebebasan berpendapat.
Namun begitu masyarakat harus mampu membedakan antara kritik, fitnah, dan hoaks dalam menyampaikan pendapatnya di ruang publik, terutama ruang digital.
“Kalau fitnah, nggak ada datanya, nggak ada faktanya. Kalau soal berbeda pendapat, kita sudah berbeda. Lawan kita kan ada empat, hoaks, ujaran kebencian, fitnah sama merendahkan martabat orang lain,” ujarnya.
Baca Juga
Quick Count Parpol, PDIP Sementara Unggul
Pemerintah, jelasnya senantiasa berupaya mendukung pelaksanaan Pemilu 2024 berlangsung dengan damai.
Dalam mewujudkan situasi kondusif ini, masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam mengawal proses Pemilu dengan baik.







