Piala Asia 2023 Bertabur Pemain Naturalisasi, Beda Nasib Timnas Malaysia dan Indonesia

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Skuad timnas Malaysia dan Indonesia dijejali pemain naturalisasi pada ajang Piala Asia 2023 di Doha, Qatar. Namun, keduanya punya nasib berbeda.

Timnas Malaysia yang tercatat sebagai peserta dengan jumlah pemain naturalisasi terbanyak di Piala Asia 2023, sudah pasti gagal lolos dari fase grup setelah menelan dua kali kekalahan. Sebaliknya, Indonesia masih punya peluang setelah memperoleh satu kemenangan.

Timnas Malaysia yang berjuluk Harimau Malaya berada di grup E bersama dengan Korea Selatan, Yordania, dan Bahrain.

Pada laga pertama, 16 Januari 2024 lalu, Malaysia disikat Yordania empat gol tanpa balas. Pada pertandingan kedua, tim asuhan pelatih berambut gondrong Kim Pan-gon ini harus mengakui keunggulan Bahrain.

Malaysia sepertinya bakal menahan imbang Bahrain untuk bisa mengantongi satu poin.
Namun, justru di akhir babak kedua, yakni pada menit ke-90+5, mereka kecolongan.

Sayap kanan Bahrain Ali Madan berhasil membobol gawang Malaysia yang dijaga Ahmad Syihan Hazmi.

Kekalahan 0-1 dari Bahrain membuat Matthew Davies dkk tak mampu mendulang poin.

Mereka harus puas berada di dasar klasemen grup E. Matthew Davies adalah kapten timnas Malaysia.

Nama itu memang bukan nama orang Melayu. Ia adalah pemain naturalisasi asal Australia.

Dua kekalahan membuat Harimau Malaya tersingkir dari Piala Asia 2023. Pertandingan ketiga atau terakhir yang harus mereka lakoni pada 25 Januari 2024 mendatang cukup berat mengingat lawan mereka adalah tim kuat, Korsel.

Pelatih timnas Malaysia asal Korea, Kim Pan-gon mengakui kesalahannya karena telah memberikan harapan besar kepada pecinta sepak bola lokal di Piala Asia 2023.

Terpilihnya 26 pemain skuad final Harimau Malaya di Piala Asia 2023 dengan 14 pemain naturalisasi sempat menuai banyak pertanyaan. Namun, janji yang disodorkan Kim Pan-gon sedikit meringankan persoalan tersebut.

Harapan setinggi gunung yang terbangun benar-benar memberikan kegembiraan bagi warga Malaysia untuk melihat timnas mereka memberikan kejutan di pentas Piala Asia.

Ketika dihajar Yordania 4-0 di laga perdana masih ada alasan, yakni adanya kesalahan taktis karena memasang tiga bek.

Alasan lain, konon Yordania melakukan perubahan strategi dari gaya bermain biasanya sehingga menyebabkan Malaysia terjebak.

Saat melawan Bahrain pada laga kedua Grup E di Stadion Jassim bin Hamad, Timnas Malaysia menunjukkan sedikit perbaikan dibandingkan laga pertama.

Namun, permainan apik itu hanya bertahan di 45 menit pertama. Setelah itu, permainan menjadi buruk karena pemilihan pemain pengganti yang dinilai tidak tepat.

Seusai kekalahan kedua, Kim Pan-gon mempertanggungjawabkan hasil yang diraih anak asuhnya sepanjang turnamen. Media Malaysia Utusan menulis, laga pelengkap melawan Korea Selatan akan menjadi akhir suram skuad Harimau Malaya di pentas Piala Asia kali ini.