“Dalam kurun waktu dua tahun terakhir kasus DBD di Kabupaten Tabalong merupakan yang terendah di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Bupati.
Selain itu, imbuhnya, telah mengantarkan Tabalong sebagai Kabupaten terinovatif ke-enam pada tahun 2021, keempat di tahun 2022 dan indeks inovasi tertinggi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada tahun 2023.
Mengakhiri paparannya, Bupati Anang Syakhfiani, berharap yang dilakukan Pemkab Tabalong mampu menginspirasi daerah lainnya di Indonesia, sembari berharap pemerintah pusat akan dapat semakin memberikan perhatiannya kepada daerah-daerah.
“Semisal dengan adanya pemberian insentif fiskal bagi daerah yang berhasil menanggulangi DBD,” tutup Bupati Tabalong. (ernawati/mc)
Editor: Erna Djedi
