Mereka akan membagi-bagikan hadiah pada anak-anak kecil.
Norwergia
Mirip dengan sosok Tomte, karakter Santa Claus versi Norwegia diambil dari cerita rakyat setempat.
Namanya Julenissen, yang dipercaya berasal dari kutub utara.
Ia selalu membagi-bagikan kado pada anak kecil di hari Natal.
Bila Santa Claus berbaju merah, Julenissen menggunakan baju abu-abu. Janggutnya pun abu-abu.
Belanda
Sebelum Santa Claus dikenal anak-anak Indonesia, Sosok Sinterklass sudah lebih dulu muncul.
Bapak Natal versi Belanda ini lebih dikenal orang-orang Indonesia generasi tua.
Bisa jadi karena pengaruh Belanda yang cukup kuat di Indonesia.
Sosok Sinterklass terinspirasi St Nicholas, santa pelindung anak-anak.
Dia bertubuh tinggi, menggenakan jubah merah dan berjanggut putih.
Bukannya rusa, Sinterklass berkeliling dengan kuda putih.
Ia mengetuk rumah penduduk untuk memberi kado pada anak kecil yang baik.
Anak yang bandel akan dirantai oleh Grumpus, pengawal Sinterklaas.
Spanyol
Sosok Santa Claus versi Spanyol diwakili Tiga Orang Majus: Melchor, Gaspar, dan Baltasar.
Pemberian hadiah untuk anak-anak pun tidak dilakukan tanggal 25 Desember tapi pada 6 Januari.
Perayaannya dikenal dengan nama El Dia De Reyes.
Pada tanggal 6 Januari ini anak kecil di Spanyol akan menulis surat pada salah satu dari tiga orang majus.
Tujuannya untuk meminta hadiah.
Di malam harinya para anak akan meninggalkan permen dan jerami untuk unta yang dikendarai tiga orang majus. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







