Swedia
Santa Claus versi Swedia dikenal dengan nama Tomte atau Jultomten.
Sosok ini diambil dari cerita rakyat Swedia.
Profilnya seperti kurcaci dan patungnya sering dipasang di depan rumah untuk menghindari bad luck.
Sejalan perkembangan zaman, sosok Tomte berubah seperti manusia dan mirip dengan Santa Claus.
Di hari Natal para orang tua sering menggunakan topeng dan kostum Jultomten yang berwarna merah.
Mereka akan membagi-bagikan hadiah pada anak-anak kecil.
Norwergia
Mirip dengan sosok Tomte, karakter Santa Claus versi Norwegia diambil dari cerita rakyat setempat.
Namanya Julenissen, yang dipercaya berasal dari kutub utara.
Ia selalu membagi-bagikan kado pada anak kecil di hari Natal.
Bila Santa Claus berbaju merah, Julenissen menggunakan baju abu-abu. Janggutnya pun abu-abu.
Belanda
Sebelum Santa Claus dikenal anak-anak Indonesia, Sosok Sinterklass sudah lebih dulu muncul.
Bapak Natal versi Belanda ini lebih dikenal orang-orang Indonesia generasi tua.
Bisa jadi karena pengaruh Belanda yang cukup kuat di Indonesia.
Sosok Sinterklass terinspirasi St Nicholas, santa pelindung anak-anak.
Dia bertubuh tinggi, menggenakan jubah merah dan berjanggut putih.
Bukannya rusa, Sinterklass berkeliling dengan kuda putih.
Ia mengetuk rumah penduduk untuk memberi kado pada anak kecil yang baik.
Anak yang bandel akan dirantai oleh Grumpus, pengawal Sinterklaas.
Spanyol
Sosok Santa Claus versi Spanyol diwakili Tiga Orang Majus: Melchor, Gaspar, dan Baltasar.







