“Apa saudari tahu apa saja isi bangunan lantai satu dua sampai tiga?” tanya Hakim lagi.
“Lantai satu isinya yang kita jual, lantai dua gudang dan lantai tiga kosong,” jelas Nursyifa.
Ratna dan Nursyifa juga menerangkan, bahwa mereka sempat berlari untuk menyelamatkan diri. Namun naas, keduanya juga tertimpa reruntuhan.
“Saya tertimbun rangka AC, mengalami luka di dahi dan patah di bagian siku, dirawat selama satu minggu di rumah sakit dan memakai gips selama tiga bulan,” ungkap Nursyifa.
Hal serupa diungkap karyawan Alfamart bernama Ratna. Ia juga menjadi korban robohnya bangunan.
“Saya mengalami dislokasi pinggul akibat tertimbun runtuhan tembok di bagian pinggul sampai kaki dan tertimpa rangka AC juga dan enam bulan baru bisa berjalan dengan normal,” jelas Ratna.
Merasa cukup dengan keterangan saksi dan terdakwa tidak mengajukan keberatan, Ketua Hakim akan melanjutkan sidang pada Senin, 18 November 2023 dengan agenda yang sama.
Saat diwawancara, salah satu saksi, Nursyifa mengaku sedikit trauma dengan kejadian tersebut.
“Agak was was kalau masuk gedung tinggi, cuman gak terlalu parah,” ujarnya kepada wartabanjar.com
Sementara Ratna mengaku, ia sudah bisa beraktivitas seperti biasa meskipun pernah mengalami dislokasi pinggul akibat peristiwa itu. (nurul octaviani)
Editor Restu







