“Pas Senin tengah malam, saya lihat ikannya sudah lemas,” ujarnya.
Hari ini, ikan-ikan yang ada di enam keramba yang dikelolanya mati.
“Paling parah dua keramba,” ujarnya.
Ia pun menderita kerugian ratusan juta rupiah akibat kematian ikan ini. Hal ini juga sudah diketahui oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar.
“Tadi siang dinas kesini, saat dicek kadar oksigen di air lagi rendah. Jadi itu penyebabnya,” tutup Subki. (nurul octaviani)
Editor Restu







