Jenis Tekanan Darah Tinggi, Pemicu dan Cara Mengatasinya

3. Stres
Gaya hidup juga memegang peranan besar dalam perkembangan tekanan darah tinggi.

Stres misalnya, jika berlangsung dalam waktu lama bisa memicu terjadinya tekanan darah.

4. Konsumsi garam
Garam memiliki sifat menahan cairan dalam tubuh.

Jika terlalu banyak cairan yang terperangkap di dalam pembuluh darah, beban kerja jantung dan pembuluh darah meningkat.

Pada akhirnya, hal ini bisa memicu terjadinya tekanan darah.

5. Kekurangan kalium
Kalium membantu mengurangi retensi garam dalam tubuh. Kelebihan garam, seperti yang dijelaskan sebelumnya, dapat meningkatkan tekanan darah.

Oleh karena itu, kekurangan kalium dapat memperparah kondisi ini.

6. Kelebihan berat badan alias obesitas
Tubuh yang memiliki berat badan berlebih membutuhkan lebih banyak darah untuk memasok oksigen.

Semakin berat tubuh, semakin tinggi beban darah yang mengalir melalui pembuluh darah, sehingga meningkatkan tekanan pada dinding arteri.

7. Kurang aktivitas fisik
Orang yang kurang aktif secara fisik cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi saat istirahat dibandingkan dengan yang rutin berolahraga.

Detak jantung yang tinggi dapat meningkatkan beban kerja jantung dan tekanan pada dinding pembuluh darah.

Cara Mencegah Hipertensi

Meskipun tekanan darah berada dalam kisaran aman, kamu tetap perlu melakukan tindakan pencegahan untuk mencegah hipertensi. Apalagi bagi kelompok rentan, seperti lansia.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, yaitu:

Mengurangi konsumsi garam.
Membatasi konsumsi kafein supaya tidak berlebihan.
Membatasi atau menghentikan konsumsi alkohol.
Rutin berolahraga.
Menjaga berat badan agar tetap ideal.
Mengelola stres dengan baik.
Tekanan darah merupakan indikator vital tubuh yang memberikan gambaran kesehatan secara keseluruhan.

Oleh karena itu, kamu perlu memeriksa tekanan darah secara rutin.

Jika kamu memiliki alat pengukur tekanan darah (tensimeter), periksakan tekanan darah sendiri di rumah secara rutin.

Kalau kamu tidak memilikinya, sebaiknya periksakan tekanan darah secara berkala ke dokter, minimal 1–2 tahun sekali. (berbagai sumber)

Edito: Erna Djedi