“Kalau ada yang tersumbat kita tandai, lalu kita keruk supaya aliran lancar kembali,” ujarnya.
Selain itu, tempat pembuangan air drainase juga sudah dikeruk atau diperdalam.
“Seperti di wilayah Veteran atau Breman, itu sudah kita keruk. Mudah-mudahan bisa menampung dan tidak banjir,” ujarnya.
“Air hujan itu membawa sedimen atau lumpur-lumpur yang nantinya mengendap di saluran, belum lagi kalau ada sampah. Jelas hal itu mengganggu kelancaran aliran,” jelas Hamidhan lagi.
Namun, pemeliharaan drainase tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Menurutnya, Hamidhan, masyarakat berperan penting dalam menjaga dan merawat drainase.
“Partisipasi masyarakat itu sangat penting. Kita bangun dari kebiasaan kecil misal jangan buang sampah,” jelasnya.
Sekedar informasi, drainase di wilayah Kabupaten Banjar ada sepanjang 110 kilometer dengan biaya pemeliharaan 1,5 miliar di tahun 2023. (nurul octaviani)
Editor Restu







