“Jadi setelah melakukan aksi, sajamnya ditaruh di satu tempat,” ucapnya.
Setelah ditelusuri lebih dalam, geng yang diamankan melakukan aksi ini karena ingin koyo-koyoan atau saling unjuk kehebatan antar kelompok.
“Jadi mereka mau menunjukkan eksistensi entah itu ego, kekuasaan, kekuatan, siapa yang paling jagau (jago),” jelas Iptu Zuhri lagi.
Saat ingin melakukan aksinya, antar geng akan bertemu di satu tempat yang sudah dijanjikan.
“Informasi yang diketahui saat ini mereka sudah tiga kali berjanjian di Guntung Paikat,” sambungnya.
Keterangan sementara, korban yang diketahui masih satu orang. Namun, belum diketahui apakah korban tersebut terlibat perkelahian atau hanya warga biasa yang salah sasaran.
“Untuk jumlah korban saat ini satu orang namun belum diketahui dan masih kami dalami,” tutupnya. (nurul octaviani)

Editor Restu







