Banjarmasin dan Banjarbaru Catat Kasus Kekerasan pada Perempuan Tertinggi di Kalsel

WARTABANJAR.COM – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru tercatat sebagai kota tertinggi kasus kekerasan kepada perempuan.

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalimantan Selatan (Kalsel) periode Januari sampai November menangani 408 kasus.

“Jadi dari Januari sampai November ada 408 kasus yang terinput masuk pada data Simfoni PPA. Jika dilihat sebanyak 359 perempuan paling banyak menjadi korban dan laki-laki 97 kasus,” kata Kepala UPTD PPA Kalsel Said Zulkifli Rival, Banjarmasin, Kamis (2/11/2023).

Said menyebutkan, kasus pelaporan tertinggi yakni di Banjarmasin sebanyak 91 kasus dan Banjarbaru sebanyak 56 kasus. Saat ini kasus tersebut ada yang sedang berjalan dan ada yang telah selesai.

“Jika di bandingkan dengan 2023, angka pelaporan sebanyak 616 kasus perempuan 532 dan laki-laki 139. Berdasarkan tempat, rumah tangga menjadi tempat tertinggi untuk kekerasan psikis,” ujar Said.

Saat ini, UPTD PPA Kalsel memiliki enam layanan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang terdiri dari pengaduan masyarakat, pengelolaan kasus, mediasi, penjangkauan korban, penampungan sementara dan pendampingan korban (kesehatan, psikologi dan hukum).