Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Ratusan Satwa Dilidungi Mati

Lebih lanjut Sukatmoko mengungkapkan, untuk penanganan karhutla di kawasan TNWK yang terjadi sejak awal pekan dilakukan bersama tim baik dari Balai TNWK, Polsek Braja Selebah, mitra TNWK, masyarakat mitra polhut, kelompok tani hutan, Pokdarwis Braja Harjosari, dan lainnya.

“Sejak semalam hingga siang ini, tim gabungan masih terus berjaga memantau lokasi yang terbakar untuk memastikan tidak ada lagi penjalaran api dan titik api baru lagi. Tidak menutup kemungkinan, api bisa muncul kembali karena lokasi yang terbakar di rawa gambut,” ungkap Sukatmoko.

Sukatmoko menyatakan, lokasi kebakaran di kawasan TNWK bukan zona inti melainkan wilayah vegetasi rawa dan terbuka dengan vegetasi tanaman jenis ilalang serta semak belukar. Kebakaran berdampak negatif terhadap satwa yang ada di TNWK meskipun tidak dengan satwa kunci seperti gajah, badak, dan harimau.

“Kebakaran yang terjadi ini menghanguskan semak belukar membuat sejumlah satwa melata menjadi korban seperti trenggiling, ular dan unggas yang tidak bisa terbang. Satwa yang mati terbakar, tidak dapat dikenali karena hanya menyisakan abu dan tulang-belulang,” pungkas Sukatmoko.

Pihak TNWK terus berkoordinasi dengan Polri dan TNI serta instansi terkait untuk melakukan penanganan karhutla dan melakukan penyelidikan untuk memburu para pemburu liar yang diduga sebagai pelaku pembakaran lahan di kawasan hutan TNWK, Lampung. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi

Berita ini telah tayang di beritasatu.com dengan judul 200 Hektare Lahan di TNWK Lampung Terbakar, Ratusan Satwa Dilindungi Mati