Desak Made telah memecah rekor tiga kali, di mana catatan waktunya terus membaik, dari sebelumnya 6,6 detik dan 6,5 detik.
Sementara Deng Li Juan, pada final hari ini tidak bisa banyak berkutik melawan kecepatan Desak Made.
Deng yang didukung penuh publik tuan rumah harus puas dengan raihan medali perak setelah membukukan 6,435 detik.
“Saya sendiri sebelum kompetisi selalu meyakinkan diri bahwa sudah berlatih keras untuk menjadi yang terbaik, dan capaian ini seperti yang desak mimpikan selain ke Olimpiade 2024 Paris. Jadi saya selalu berdoa selalu bisa menjadi juara,” ujar Desak usai pertandingan. (rilis)
Editor Restu







