Warga mengambil air bersih di sebuah guntung atau jurang secara bergantian. Amaliyah (57) warga asli RT 2 Desa Balau dengan semangat menunjukkan lokasi sumur yang selama ini diandalkan warga.
Untuk menuju sumur pun harus berjalan kurang lebih sejauh 250 meter dan turun ke dalam jurang dengan kedalaman 4 meter lebih hanya untuk air bersih. Tak jarang juga, masyarakat RT 2 meminta air bersih dari RT lain.
“Kalau mau air bersih harus turun ke guntung sambil bawa jerigen atau ember. Gak jarang sambil bawa anak juga,” ujar salah satu warga bernama Amaliyah (57)
Amaliyah Sudah merasakan sulitnya mendapatkan air bersih bertahun-tahun.
Kemarau tahun ini merupakan kemarau terpanjang yang pernah dirasakan warga sekitar. Air sumur yang biasa digunakan warga, hanya ada tersisa sedikit
“Kalau siang seperti ini, airnya sisa sedikit karena subuh sudah diambil warga. Kalau malam airnya ada lagi,” sambungnya lagi.
Amaliyah mewakili warga RT 2 Desa Balau, dengan wajah sumringahnya mengucapkan terima kasih atas bantuan sumur bor yang diselenggarakan oleh Polda Kalsel.
“Kami sangat berterima kasih dan sangat bahagia sudah ada air bersih disini. Akhirnya kami ampih sakit (berhenti menderita) hanya karena air bersih saja. Terima kasih Kapolda Kalsel,” tutup Amaliyah. (nurul octaviani)
Editor Restu







