Fenomena Bulan Purnama di Tanggal 15 Hijriyah dalam Islam

WARTABANJAR.COM – Fenomena bulan purnama terjadi pada malam 15 setiap bulan hijriyah. Lalu cahayanya redup dan hilang secara bertahap.

Pada tanggal 1, malam masih sangat pekat, bulan enggan menampakkan cahayanya. Tanggal 2 semakin tampak, tanggal 3 pun demikian, sampai tanggal 14.

Cahaya itu sangat sempurna ketika sudah mencapai pertengahan bulan. Sementara matahari selalu cerah bersinar setiap hari selama satu bulan penuh.

Baca Juga

Breaking News Warga Sungai Andai Geger Orang Gantung Diri

Syekh Ibrahim al-Bajuri (1198-1276 H), ulama kelahiran desa Bajur dari provinsi Manufiya Mesir dalam Hâsyiyyatul Baijuri menjelaskan:

وَالْحِكْمَةُ فِي كَوْنِ الشَّمْسِ لَا تَزِيْدُ وَلَا تَنْقُصُ، وَكَوْنُ الْقَمَرِ يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ أَنَّ الشَّمْسَ قَبْلَ طُلُوْعِهَا تُؤْمَرُ بِالسُّجُوْدِ كُلَّ لَيْلَةٍ فَلَا تَزِيْدُ وَلَا يَنْقُصُ، وَالْقَمَرُ يُؤْمَرُ بِالسُّجُوْدِ لَيْلَةَ أَرْبَعَةَ عَشَرَ فَيَزْدَادُ فِي أَوَّلِ الشَّهْرِ فَرْحًا لِذَلِكَ، ثُمَّ يَنْقُصُ اِلَى أَخِرِ الشَّهْرِ حُزْنًا عَلَى ذَلِكَ

“Adapun hikmah sinar matahari tidak pernah bertambah dan tidak pernah berkurang, dan cahaya bulan selalu bertambah dan berkurang, adalah bahwa sebelum matahari terbit, ia diperintah (oleh Allah) untuk melakukan sujud kepada-Nya setiap malam. Karenanya, sinar matahari tidak pernah bertambah, tidak (pula) berkurang; sedangkan bulan diperintah untuk melakukan sujud hanya pada malam tanggal 14, karenanya cahayanya akan selalu bertambah sejak awal bulan, karena bahagia dengan sujudnya, namun selanjutnya cahayanya berkurang sampai akhir bulan, karena bersedih dengan (jauhnya dari perintah sujud itu).” (Ibrahim al-Baijuri, Hâsyiyyatul Baijuri alâ Ibni Qâsim al-Ghazi, [Beirut-Syiria, Dârul Fikr: 1997], juz I, halaman 237).

Baca Juga :   Evakuasi di Tengah Medan Ekstrem, Korban Kedua Kecelakaan ATR 42-500 Seorang Wanita Ditemukan di Jurang Bulusaraung

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca