WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan dan kabupaten/kota diminta untuk membuat rencana kontigensi atau kemungkinan dampak kekeringan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar saat Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana Kekeringan Kalsel di salah satu hotel di Banjarmasin, Selasa (5/9/2023) di salah satu hotel di Banjarmasin.
“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menghasilkan dokumen rencana kontingensi yang komprehensif dan bermanfaat bagi Pemprov Kalsel dan masyarakat,” harap Roy Rizali Anwar saat membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana Kekeringan Kalsel.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalsel, bahwa puncak musim kemarau di Kalsel terjadi pada bulan September tahun 2023 dan prakiraan awal musim penghujan baru terjadi pada pertengahan November 2023.
Baca juga: 2 Perempuan STW Diduga PSK Warung Kopi di Sarigadung Digiring ke Markas Satpol PP Tanbu
“Dengan masih panjangnya musim kemarau dan dampaknya yang sudah kita rasakan, mengakibatkan potensi bencana karhutla dan bencana kekeringan,” lanjut Roy Rizali Anwar.







