Masing-masing responden rata-rata menghabiskan US$291,62 (Rp4,4 juta) per orang untuk kostum, US$214,8 (Rp3,2 juta) untuk merchandise, serta US$131,48 (Rp2 juta) untuk makanan dan minuman.
“The Eras Tour Taylor Swift menulis ulang pedoman ekonomi hiburan,” kata Direktur Pemasaran Pertumbuhan SeatGeek, Chris Leyden.
“Dia bukan hanya seorang penampil, namun dia adalah fenomena ekonomi,” puji Leyden.
Dalam risetnya, SeatGeek menemukan bahwa harga tiket di tangan kedua atau penjualan kembali bisa mencapai US$1.607 yang setara Rp24,6 juta.
Angka itu lebih dari tiga kali lipat dari harga rata-rata tiket di penjualan pertama.
Selain itu, harga tiket The Eras Tour di penjualan kedua itu juga naik 741 persen dari tur Swift sebelumnya, Reputation Stadium Tour, pada 2018.
Walau demikian, sejauh ini pihak Swift belum merilis perolehan jumlah penonton dan pendapatan dari tur tersebut.
Di sisi lain, diperkirakan angka itu masih akan jauh bertambah setelah Taylor Swift merampungkan seluruh konser The Eras Tour usai menjalani leg internasionalnya.
Secara total, Taylor Swift diketahui menggelar konser The Eras Tour sebanyak 131 pertunjukan di seluruh dunia. (berbagai sumber)
Editor: Yayu

