JK menuturkan sebenarnya dalam perebutan kursi ketua umum semua partai politik membutuhkan biaya besar. Terkecuali, kata JK, partai-partai yang pendirinya masih ada.
“Jadi itulah dari pada partai-partai yang khususnya yang pendirinya masih ada,” tegas wakil presiden (wapres) ke-10 dan ke-12 RI ini.
JK mencontohkan partai yang pendirinya masih ada, yakni Nasdem yang saat ini dipimpin Surya Paloh dan PDIP yang dipimpin Megawati Soekarnoputri.
Sementara partai politik lain yang sudah tak dipimpin oleh pendirinya, kata dia, memerlukan biaya tak sedikit untuk menjadi pemimpin parpol tersebut.
“Hampir semua partai itu terkecuali partai yang pendirinya masih ada, kayak PDIP, kayak Nasdem, tetapi partai yang sudah go public artinya pemilihannya itu butuh biaya besar,” kata JK. (edj)
Editor: Erna Djedi
Berita ini telah tayang di beritasatu.com dengan judul: Kursi Airlangga Digoyang, JK Ungkap Ongkos Jadi Ketum Golkar Rp 600 Miliar







