WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus yang dilakukan pejabat Basarnas yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas dugaan praktik suap.
Sebelumnya, tim penyidik KPK menangkap pejabat Basarnas dan tujuh orang lainnya melalui OTT di kawasan Cilangkap dan Bekasi pada Selasa (25/7/2023).
Pejabat Basarnas yang diringkus dalam operasi senyap itu antara lain, Letkol Adm Afri Budi Cahyanto.
Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan OTT terhadap pejabat Basarnas itu terkait dengan dugaan suap proyek pengadaan alat pendeteksian korban reruntuhan.
Oknum pejabat Basarnas itu diduga menerima suap dari pihak swasta berkenaan pengadaan alat pendeteksian korban reruntuhan tersebut.
“Tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang jasa di Basarnas berupa alat pendeteksian korban reruntuhan,” tutur Firli saat dikonfirmasi Rabu (26/7/2023).







