Ryan berharap melalui sosialisasi dan workshop ini, para peserta yang hadir mewakili kabupaten/kota masing-masing bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik hingga bisa memenuhi syarat pengusulan DAK.
“Kita mengoptimalkan dana DAK baik dalam tahap pelaksanaan di tahun 2023, sampai dengan di 2024 dari perancangan untuk usulan tahun berikutnya. Sehingga bisa melengkapi readness criteria (RC) mengingat pengusulan dana DAK lumayan ketat dari pemerintah pusat, jadi jangan sampai kita kehilangan momen tersebut,” jelas Ryan lagi.
Saat ditanya tentang pengajuan DAK tahun ini, Ryan menjelaskan pihaknya masih dalam tahap pengusulan melalui aplikasi Krisna.
“Harapannya minimal 50 persen dari usulan yang kita ajukan bisa diakomodir,” ucapnya.
Selain itu, dalam upaya mencapai program pembangunan sanitasi, pemerintah melaksanakan sebuah program yang disebut Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Sanimas untuk mempercepat atau akselerasi pembangunan sanitasi.
“Melalui workshop dan sosialiasi ini saya harapkan kabupaten dan kota yang ada di wilayah Kalimantan Selatan bisa memanfaatkan semaksimal mungkin pembangunan dan pengembangan sanitasi yang berkelanjutan di daerahnya masing-masing,” sambung Ryan lagi. (nuy)
Editor Restu







