WARTABANJAR.COM, BANDUNG - Hasil membanggakan ditorehkan atlet bejang Kalimantan Selatan yang berlaga pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VII 2023 di Jawa Barat.

Dua hari bertanding di JM Sport Centre Kabupaten Bandung, tim Perkumpulan Seni Olahraga Benjang Indonesia (PSOBI) Kalsel sukses menyabet predikat juara umum dengan mengoleksi 5 emas, 5 perak, serta 1 perunggu.

Lima emas tersebut disumbang oleh atlet Rafli Noor Athariq di kelas bebas senior, Yarlikhaya Hamza di kelas 77 kg, Attaya Fikri kelas 59 kg kategori SMA, Ahmad Fajri kelas 51 kg kategori SMP, serta Ridho Fadillah di kelas 56 kg kategori SMP.

Sementara Kaltim di urutan kedua, dan tuan rumah Jawa Barat sebagai juara umum ketiga.

“Alhamdulillah Kalsel di Fornas Jabar keluar sebagai juara umum. Kami mewakili Kormi Kalimantan Selatan sangat bangga dan berterima kasih kepada para pegiat dan penggiat yang sudah berhasil meraih medali untuk Provinsi Kalimantan Selatan dan semoga prestasi benjang Kalimantan Selatan bisa lebih baik kedepannya dan alhamdulillah bisa menambah medali untuk klasemen Kalsel” kata pengurus Kormi Kalsel Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional dan Layanan Khusus Dispora Kalsel, Rizal Hamid, Jumat (7/7/2023).

Selain emas, Kalsel juga memperoleh lima perak di inorga Benjang. Kelimanya yakni Rihan Kurniawan 61 kg kategori SMP, Muhammad Seman 60 kg, Morteza Yousefi Absar 100 kg, Kahfi Izdhar Alqhusy 70 kg, serta Said Ahmad 64 kg kategori SMA. Selain itu perunggu didapat Muhammad Erwan di 54 kg kategori SMA.

Benjang merupakan kesenian tradisional Indonesia yang memadukan seni dan beladiri. Bahkan kesenian tersebut telah ada sejak 19 abad yang lalu.

Kesenian Benjang tersebut merupakan singkatan dari Sasamben Budak Bujang atau 'arena para jejaka'. Kemudian seni benjang berkembang ke bentuk seni pertunjukan gulat tradisional yang dinamakan 'Benjang Gelut'.

Setelah itu seiring mengikuti perkembangan zaman, benjang kembali berkembang ke kesenian arak-arakan yang disebut 'Benjang Helaran', yang berfungsi untuk mengarak anak khitan.