WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (kerhutla) sudah mulai melanda Kalimantan Selatan khususnya kota Banjarbaru.

Baru-baru ini, terjadi kebakaran lahan di ruas Jalan Trans Kalimantan, tepat di Kampung Pengayuan, Liang Anggang, Banjarbaru yang menyebabkan akses jalan diselimuti kabut asap dan para pengendara harus berhati-hati.

Untuk menanggulangi musibah ini, Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah sudah memerintahkan para personel untuk mendatangi lokasi kebakaran untuk melakukan tindakan penanggulangan bersama dengan instansi terkait seperti BPBD, Damkar dan relawan bahkan masyarakat setempat.

BACA JUGA: BPBD Banjar Kerahkan TRC, Dampak Karhutla Makin Terasa

“Kita sudah merintahkan para personel baik itu polres maupun polsek untuk melakukan tindakan penanggulangan bersama-sama,” ujar Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru AKP Syahruji, Senin (26/6/2023) siang.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyatakan penyebab karhutla bisa saja disebabkan oleh beberapa hal salah satunya ulah tangan manusia sendiri.

Seperti yang terjadi di Kampung Pengayuan, dugaan penyebab terjadinya kebakaran lahan tersebut adalah puntung rokok dari pemancing yang dibuang sembarangan.

Kebakaran yang terjadi di Banjarbaru, jelas Kasat Reskrim Iptu Zuhri Muhammad SIK, melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru AKP Syahruji disebabkan oleh beberapa kemungkinan, seperti faktor alam mengingat saat ini masih musim kemarau, lahan kering yang mudah terbakar dan juga kencangnya hembusan angin yang membuat api dengan cepat meluas, serta faktor-faktor lainnya.

"Namun tidak menutup kemungkinan ada juga pihak-pihak atau oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja melakukan pembakaran," ungkap AKP Syahruji kepada wartabanjar.com.

BACA JUGA: Kebakaran di Batu Besi Banjarbaru, Diduga Akibat Lampu Teplok Terjatuh ke Lantai

AKP Syahruji menerangkan bahwa sudah ada 3 lokasi kebakaran yang menjadi objek penyelidikan Polres Banjarbaru.

"Ada dua di Kecamatan Liang Anggang, dan satunya lagi di kecamatan Cemapaka," jelasnya.

Proses penyelidikan dan penyidikan Karhutla membutuhkan waktu yang tidak singkat dan perlu kerjasama dari masyarakat.

"Kami sudah membuat tim gabungan untuk penyelidikan. Jadi, nanti tim penyidik yang mendatangi masyarakat untuk meminta keterangan," papar AKP Syahruji. (nuy)

editor : didik tm