WARTABANJAR.COM, SURABAYA – Keluhan yang disampaikan orantua/wali kepada Menteri Nadiem Makarim agar wisuda PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA ditiadakan karena dinilai memberatkan, kini ramai diperbincangan.
Menteri Dikbud Dikti, Nadiem Makarim, sendiri belum memberikan kepastian terkait keluhan itu.
Namun demikian, pemerintah daerah ada yang telah menyatakan sikap terhadap keluhan orangtua/wali murid tersebut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tegas melarang diselengarakannya wisuda di jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).
Baca juga:
Belasan SMPN di Banjarmasin Kekurangan Siswa, Disdik Deadline 3 Hari Daftar Ulang
Menurutnya kegiatan itu sangat membebani orang tua murid dalam segi biaya.
“Kami memahami betul wisuda TK, SD, dan SMP terkadang memberatkan orang tua, apalagi sampai digelar di hotel atau restoran. Karena itu Pemkot Surabaya melarang,” ujar Eri Cahyadi melalui akun Instagram pribadinya @ericahyadi_ dikutip Selasa, 20 Juni 2023.
Eri mengatakan sejak beberapa tahun lalu, Pemkot Surabaya telah melarang sekolah TK, SD, SMP sampai SMA menyelenggarakan acara wisuda. Bahkan, dia mengaku aneh mengapa polemik tersebut baru ramai belakangan ini.
“Di Surabaya dari sejak dulu tidak ada wisuda, apalagi yang negeri. Polemik itu sudah lama, kok baru muncul sekarang, aku jadi Walikota udah terbitkan SE itu. Sudah ada dari dulu kita keluarkan,” kata Eri.
Baca juga:
Kapolri Soal Perwira Polisi Tipu Tukang Bubur: Proses, Pecat, Pidanakan!
Namun, Meski sudah dilarang, Eri mengungkap ada saja sekolah-sekolah yang tetap mengadakan wisuda.

