Usai 21 Juni, durasi hari akan mulai berkurang secara bertahap, menandai awal perubahan menuju musim gugur dan musim dingin.
Fenomena astronomi langka ini tentu memberikan pemandangan spektakuler bagi para pengamat bintang.
Berdasarkan keterangan dari Live Science, ini merupakan kesempatan langka untuk mengamati peristiwa ini.
Bahkan, pengamat menyebutkan peristiwa serupa tidak akan terulang hingga 28 Maret 2028.
Di samping itu, masyarakat juga dapat melihat bulan sabit akan terlihat lebih terang dan tampak semakin bertambah cahayanya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







