Dalam paparan yang disampaikannya, ia mengutip data dari berbagai lembaga, seperti Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Dampak perubahan iklim ini memang harus diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya,” tegasnya.
Di lain sisi, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan membuka opsi keran impor beras menghadapi El Nino ini.
Zulhas mengamini bahwa cuaca panas berkepanjangan bisa membuat kekeringan yang bakal menekan produksi pangan, termasuk beras.
Tak cuma beras, Zulhas menyebut pemerintah siap membuka ruang impor bahan pangan lain jika dibutuhkan demi menjaga stok pangan dalam negeri.
“Iya (impor beras) kalau diperlukan. Kita harus siap-siap menghadapi segala kemungkinan, dengan cara apa? Misalnya beras kita harus G2G (government to government) memesan barang dari sekarang, agar itu menjadi stok kita, sehingga nanti kalau kita kurang (stok) itu tersedia,” jelas Zulkifli pada Senin (22/5/2023) lalu.
Sementara itu, di raker ini hadir juga Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, hingga Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







