“Khawatir hal itu akan menjadi preseden buruk karena orang kaya diizinkan membeli perlindungan keamanan dan menggunakan petugas Polisi Metropolitan sebagai pengawal pribadi,” tutur perwakilan pemerintah kala itu.
Pihak Harry menyatakan RAVEC tak memiliki kekuatan hukum untuk memutuskan hal itu sendiri sehingga mereka pada September 2022 menuntut agar keputusan itu ditinjau kembali.
Hal itu dikarenakan Harry ingin membawa anak-anaknya ke Inggris, tapi merasa terlalu berisiko jika dilakukan tanpa perlindungan polisi, namun permintaan itu kini ditolak Pengadilan Tinggi London.
Anggota keluarga Kerajaan Inggris pada dasarnya mendapatkan perlindungan dari kepolisian setempat yang dibiayai pajak, namun Harry dan Meghan Markle kehilangan hak itu karena mengundurkan diri dari tugas Kerajaan.
Pasangan tersebut mengatakan bakal mendanai keamanan mereka sendiri saat berada di AS usai Donald Trump, Presiden AS kala itu, menyatakan pemerintah tidak akan mengeluarkan dana untuk melindungi Harry dan Meghan.
Tuntutan ini menjadi satu dari banyak yang diajukan Harry terkait keamanannya dan keluarganya.
Ia juga mengajukan tuntutan atas dugaan peretasan ponselnya, menaruh alat pelacak di mobilnya hingga meretas akun tabungannya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







