Buruh Migran Indonesia di Myanmar Minta Tolong Jokowi untuk Dibebaskan

“Kami sudah menunggu dari tahun kemarin. Dari bulan satu (Januari), kami sudah diurus (proses pemulangan) oleh orang tua kami. Namun dari bulan satu sampai sekarang (Mei) ini, kami tidak juga dijemput-jemput oleh tiga lembaga yang mengurus. Tidak ada evakuasi sama sekali,” terang Andreas.

Andreas menjelaskan awal mula dia dan teman-temannya bersedia bekerja di Myanmar didapat dari informasi lowongan pekerjaan di Facebook.

Dari informasi tersebut, mereka dijanjikan gaji Rp10 juta per bulan untuk posisi sebagai tenaga administrasi.

Setelah menjalani wawancara secara daring dan memastikan jika pekerjaan yang dijanjikan adalah resmi, mereka pun diberangkatkan oleh agen penyalur tenaga kerja menuju Thailand.

Tiba di Thailand, agen penyalur tenaga kerja yang berada di negara tersebut, justru meminta paspor dari masing-masing PMI, dengan alasan untuk diuruskan visa kerjanya.

Mereka kemudian diberangkatkan menuju KK Garden, Myanmar dan terjebak di lokasi tersebut, tak bisa berinteraksi dengan dunia luar.(aqu/berbagai sumber)

Editor Restu